Segera bertindak jika anak sakit perut

Si kecil sering menangis karena mengalami rasa sakit dibagian perut? Sakit perut pada bayi ataupun anak merupakan gejala yang umum terjadi.
Biasanya, penyebabnya tidak fatal, bisa karena masuk angin, salah makan, intoleransi susu, atau terlambat makan. Namun yang perlu Anda ketahui, tidak semua rasa nyeri itu berasal dari bagian perut, bisa juga dari bagian luar perut. Dan sakit perut bisa juga menjadi pertanda sakit serius, seperti usus buntu, kolik, atau infeksi saluran kemih.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk lebih mengenali gejala sakit perut, agar bisa ditangani dengan tepat sebelum kondisi semakin parah!

Beda usia, berbeda gejala yang ditimbulkan

* Usia 0-3 bulan : gejala biasanya digambarkan dengan adanya muntah.

* Usia 3 bulan-2 tahun : biasanya anak akan mengalami muntah, menjerit secara tiba-tiba serta menangis tanpa adanya trauma yang dapat dijelaskan.

* Usia 2-5 tahun : sudah dapat mengatakan sakit perut namun belum bisa melokalisasi secara tepat

* Usia di atas 5 tahun : dapat menjelaskan dengan baik sifat dan tempat yang dirasakan sakit.

Penyebab
Umumnya, bayi sering mengalami gastroenteritis (diare) akut dan kolik, namun sangat penting juga untuk tetap memperhatikan kelainan lainnya. Pada anak usia prasekolah sakit perut dapat disebabkan oleh gastroenteritis akut, infeksi virus, infeksi saluran kemih, apendisitis (usus buntu), radang paru, sembelit dan trauma. Sementara anak usia sekolah biasanya lebih sering mengalami gastroenteritis akut, infeksi saluran kemih, apendisitis, trauma, radang panggul, sembelit dan radang usus.

Berbagai macam jenis sakit perut dan cara mengatasinya

* Kelebihan makan atau gas
Gejala : rasa kembung dan kram pada perut.
Tindakan : kompres si kecil dengan air hangat lalu usap-usap bagian perutnya dengan lembut.

* Sembelit
Gejala : sakit perut dan mengalami BAB keras.
Tindakan : berikan si kecil jus pir atau prune yang diencerkan atau obat pencahar yang dijual bebas dipasaran. Namun yang penting biasakan si kecil untuk lebih banyak makan serat.

* Flu perut
Gejala : mengalami mual, muntah, diare, demam dan menggigil.
Tindakan : Berikan si kecil banyak cairan dan makanan yang cair seperti sup. Ini untuk mencegah si kecil dari dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh .

* Keracunan makanan
Gejala : mengalami kram perut, muntah, diare, dan sering demam.
Tindakan : berikan cairan sebanyak-banyaknya untuk mencegah dehidrasi.

* Intoleransi laktosa
Gejala : sering buang angin, muntah, atau sakit perut setelah makan hasil olahan susu.
Tindakan : sebaiknya pilih susu dan keju yang bebas laktosa. Atau bisa dengan meminum pil Lactaid sebelum meminum susu (sesuai petunjuk dokter).

* Infeksi tenggorokan (akibat bakteri streptokokus)
Gejala :rasa sakit pada perut yang disertai radang tenggorokan dan sesekali demam.
Tindakan : berikan antibiotika.

* Usus buntu
Gejala : rasa sakit yang hebat di sekitar pusar atau perut bagian kanan.
Tindakan :segera bawa si kecil ke dokter atau UGD.

* Stres
Gejala : sakit perut yang dirasakan tidak bisa dijelaskan, sementara si kecil terlihat ‘sehat’.
Tindakan : cari penyebab dan solusinya, mungkin saja akibat jadwal sekolah dan les terlalu padat. Untuk lebih memastikan Anda bisa juga membawanya ke psikolog.(trendjava dari conectique.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*